Kuberitahu Sisi sahabatku bahwa
cinta sejati itu kejahatan berat. “Tidak jika pelakunya sudah di atas delapam
belas tahun,” jawabnya, sambil menaruh buku pada laci. “Kau merenggut perhatian
seseorang,” ujarku. “Kau mengambil kemampuan mereka untuk berkata-kata.” Aku
berhenti menulis. “Kau mencuri hati.” dia merapikan buku-buku dalam lacinya.
“Hakim manapun akan melempar kasus itu jauh-jauh.” “Kau takkan bisa menduga.” Sisi menutup pintu laci dan
berbalik ke arahku. “Kedengarannya seperti tindak pidana ringan bagiku.” Aku
menyandarkan daguku di atas mejabelajar. “Tidak,” kataku. “Saat kau
melanggarnya, kau dihukum seumur hidup.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar