Aku : Kau tahu siapa tangan kanan Tuhan yang paling nyata di dunia?
Kau : Siapa? Ibu?
Aku : Lalu ayahmu kau lupakan?
Kau : Ibu dan ayah.
Aku : Itu baru lengkap.
Kau : Ya.
Aku : Apa kau berani menantang Tuhan?
Kau : Tidak.
Aku : Apa kau berani membangkang Tuhan?
Kau : Tidak.
Aku : Apa kau berani menyakiti Tuhan?
Kau : Tidak.
Aku : Lalu apa beranimu?
Kau : Aku tidak punya daya dihadapan Tuhan. Aku lemah.
Aku : Lalu.. kau berani mengaku-ngaku bahwa kau berani? Apa beranimu?
Kau : Tidak ... ada.
Aku : Lalu.. kau berani berdiri menopang dagu diatas sajadah, tanpa hijab atau sarung, tanpa wudhu, dengan bibir berucap bahwa kau itu kuat? berkuasa?
Kau : Aku ...
Aku : Apa yang salah dari sholat?
Kau : Tidak ada yang salah.
Aku : Kau merasa tidak diberkahi oleh Tuhan?
Kau : Tidak, aku tidak merasa tidak diberkahi. Aku diberkahi.
Aku : Kau punya semuanya?
Kau : Ya, aku punya.
Aku : Tidak. Kau salah. Semua bukan milikmu. Itu milik Tuhanmu. Jawab pertanyaanku, Siapa tangan kanan Tuhan di dunia?
Kau : Ayah dan Ibu.
Aku : Kalau kau merasa memiliki semuanya, sekarang jawab, siapa yang membuat kau ada dan kemudian pada akhirnya kau memiliki segalanya?
Kau : Tuhan, Ayah dan Ibu ..
Aku : Sekarang, apa kau memiliki segalanya tanpa mereka?
Kau : ... tidak
Aku : Kau pasti pernah sholat kan?
Kau : Ya.
Aku : Pertanyaan terakhirku, kalau kau merasa sudah memiliki segalanya, apa yang kau lakukan sesudah sholat? Kau bersimpuh bahkan bersujud. Untuk apa? Berdoa. Meminta. Lalu apa itu artinya kau punya segalanya?
Kau : ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar