Senin, 16 Januari 2012

Tanpaku..

Sabtu itu kau pergi. Sementara, namun rinduku tak mampu ku bendung. “Aku pergi ya. Dadah” Kau memeletkan lidahmu. Kucubit lembut lenganmu, “Biar, kan masih banyak yang lain” Aku pun melakukan hal yang sama. Dan kau memasang tampang cemberutmu. Lucu. “Yasudah” Dengan muka cemberutmu kau lepas tanganku. “Haha. Kan hanya bercanda” Ku rangkul kembali lenganmu. Hening. “Jangan macam macam di sana” Kataku. “Kan, kau ‘masih banyak’ di sini” Balasnya. “Ayolah, itukan hanya bercanda” Bujukku. Kau hanya tersenyum. Beberapa hari ini aku akan sendiri, batinku. Cepatlah pulang. Janjikan kau akan ada disetiap detik dihariku.
 
Hari keberangkatanmu. Entah dari mana awalnya, mungkin aku tak sengaja berbuat kesalahan. Entah dari kapan kau mulai berubah. Atau mungkin aku yang berubah.. Aku sedikit menyesal karenanya. Kau akan pergi. Sedangkan aku merusak suasana. Maafkan aku..
Kau pamit untuk pergi ke kota metropolitan. “Bukit bintaaaaang!” Ponselku tiba tiba mengalun dengan lagu This Way-nya Depapepe. “Kau menikmatinya tanpa aku” Sending sms. “Siapa bilang? Kau ada disini. Di hatiku” Balasmu. “Terlalu berlebihan” Walaupun sebenarnya aku senang sekali. “Kau sendiri yang mengajariku” Aku hanya tersenyum. Aku rindu. Tepat satu minggu yang lalu, aku dan kau menikmati Bukit Bintang bersama. Dan sekarang, kau menikmatinya sendiri. Tanpa aku. Curang. Haha. Teringat padamu, aku mengirim pesan singkat. “Sedang apa?” Sending sms. “Di pantai. Jembatan ancol. Sunset. Andai kau di sini..” Balasnya kilat. “Titip saja keindahan itu. Dan cepatlah pulang. Aku pun ingin menikmatinya walau sekedar cerita. Cepatlah pulang.” Kau menikmati keindahan alam tanpaku lagi.. Batinku. “Cepatlah hari sabtu. Aku rindu sekali” Balasmu. “Rindu parah! Haha”
 
Dan malam ini kau pulang.. Sekarang aku menunggu 6 hari. Masih menunggu. Tapi setidaknya kau pulang malam ini..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar