Minggu, 30 Maret 2014

Kepada Embun, Temanku..

Halo, aku ingin bercerita dengan embun.

Hey embun, apa kamu tahu? Hatiku ini sebenarnya tidak sekuat senyumanku. Tolong jangan katakan ini pada siapapun ya. Bukannya aku sok tegar. Aku hanya tidak ingin melihat teman-temanku bersusah payah untuk menghiburku lalu membuatku tersenyum. Sebenarnya aku malu. Bukannya menghibur mereka, malah aku yang dihibur mereka. Teman macam apa aku ini?

Mmm.. Embun, kamu temanku, kan? Tolong jangan hentikan pagi ini. Aku tidak mau dekat-dekat dengan malam. Malam begitu menyebalkan. Lihat saja, mataharipun tidak ingin bermain dengan sang malam. Aku benar-benar tidak mau bertemu dengannya. Karena malam, adalah ketika aku menyadari bahwa tidak ada siapa-siapa untukku, itupun jika kamu bertanya. Bohong jika aku tidak sedih. Kamu pasti tahu bagaimana rasanya dipermalukan. Bagaimana rasanya menunggu hingga kamu ingin berteriak. Dan kamu sadar tidak akan ada yang mendengar teriakanmu. Seperti itu lah aku sekarang.

Embun, aku punya banyak sahabat yang mendorongku begitu kuat. Menarikku hingga berdiri. Saat ini, yang aku ingin adalah berlari, menemukan mereka, dan memeluk mereka. Tapi itu hanya akan membuat air mataku jatuh. Aku tidak bisa membiarkan mereka melihatnya. aku tidak sanggup.

Jadi kamu, embun temanku. Jika kamu bertemu mereka, tolong katakan aku baik-baik saja :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar