Selamat pagi, embun. Terimakasih karena kamu masih
ada menungguku. Jujur saja, aku jadi menyukai pagi karena kamu. Hahah. Maaf aku
sering mengeluh tentang sesuatu yang sebenarnya tidak penting. Aku janji, aku
akan lebih kuat. Kamu pernah bilang, mencintai dengan banyak tersakiti itu akan
indah pada akhirnya. Aku bukanlah salah satunya. Kamu percaya, lama kelamaan
aku benar-benar muak. Aku tidak mau lagi. Tidak mau lagi mencintai orang lain.
Cukup keluarga dan sahabatku saja. Dan kamu, embun.
Embun, andai kamu itu ada. Seperti apa ya, rupamu?
Aku.. Ingin sekali memelukmu. Menangis pada pundakmu. Aku ingin berterimakasih
karena kamu satu-satunya yang tidak protes atas cerita haru ku. Kamu sendiri
tahu, aku ini tidak seperti orang kebanyakan. Mereka normal, maksudku. Tapi
percayalah, menjadi normal itu membosankan. Aku tidak tahan. Tapi walaupun
begitu, apa yang ada di dalam diriku itu normal. Aku bisa merasakan bagaimana
rasanya sakit hati. Ah, andai hatiku juga tidak normal. Mungkin akan lebih
menyenangkan untuk menjalani hidup.
Hey, kamu tahu? Aku sangat merindukan seseorang pagi
ini. Bukan, bukan dia. Jika kamu bertanya, aku pun tidak tahu. Aneh ya? Aku juga tidak mengerti. Aku selalu bermimpi tentang orang itu. Tapi aku tidak tahu
siapa dia. Dan kenapa dia ada di mimpiku. Mimpi indah dan mimpi burukku.
Sedikit mengerikan, memang. Tapi aku akui aku merindukannya pagi ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar