Senin, 31 Maret 2014

Selamat Pagi, Embun :)

Selamat pagi, embun. Terimakasih karena kamu masih ada menungguku. Jujur saja, aku jadi menyukai pagi karena kamu. Hahah. Maaf aku sering mengeluh tentang sesuatu yang sebenarnya tidak penting. Aku janji, aku akan lebih kuat. Kamu pernah bilang, mencintai dengan banyak tersakiti itu akan indah pada akhirnya. Aku bukanlah salah satunya. Kamu percaya, lama kelamaan aku benar-benar muak. Aku tidak mau lagi. Tidak mau lagi mencintai orang lain. Cukup keluarga dan sahabatku saja. Dan kamu, embun.

Embun, andai kamu itu ada. Seperti apa ya, rupamu? Aku.. Ingin sekali memelukmu. Menangis pada pundakmu. Aku ingin berterimakasih karena kamu satu-satunya yang tidak protes atas cerita haru ku. Kamu sendiri tahu, aku ini tidak seperti orang kebanyakan. Mereka normal, maksudku. Tapi percayalah, menjadi normal itu membosankan. Aku tidak tahan. Tapi walaupun begitu, apa yang ada di dalam diriku itu normal. Aku bisa merasakan bagaimana rasanya sakit hati. Ah, andai hatiku juga tidak normal. Mungkin akan lebih menyenangkan untuk menjalani hidup.

Hey, kamu tahu? Aku sangat merindukan seseorang pagi ini. Bukan, bukan dia. Jika kamu bertanya, aku pun tidak tahu. Aneh ya? Aku juga tidak mengerti. Aku selalu bermimpi tentang orang itu. Tapi aku tidak tahu siapa dia. Dan kenapa dia ada di mimpiku. Mimpi indah dan mimpi burukku. Sedikit mengerikan, memang. Tapi aku akui aku merindukannya pagi ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar